SILABUS MATEMATIKA UNTUK SMP/MTS KELAS VII SEMESTER 1

Standar

Silabus PEMBELAJARAN

 

 

Sekolah                          : ……………………………

Kelas                              : VII (Tujuh)

Mata Pelajaran               : Matematika

Semester                        : I (satu)

BILANGAN

Standar Kompetensi : 1.  Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi

Dasar

Materi

Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Alokasi

Waktu

Sumber

Belajar

Teknik

Bentuk

Contoh Instrumen

1.1     Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan

 

 

Bilangan Bulat dan Bilangan Pecah

 

Melakukan  diskusi tentang jenis-jenis bilangan bulat (pengulangan)

Menyebutkan bilangan bulat

Mengidentifikasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat.

  • Memberikan contoh bilangan bulat

 

 

 

Tes tertulis

Uraian

Tulislah 5 bilangan bulat yang lebih dari -3 dan kurang dari 10

 

1×40 menit

  • Buku teks
  • Garis bilangan
  • Termome-ter
  • Tangga rumah
  • Kue yang bulat
  • Lingkungan
  • Buah-buah-an
Membuat garis bilangan dan menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
  • Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
Tes tertulis

Uraian

 

 

Letakkanlah bilangan -1, 0, dan 3 pada garis bilangan tersebut!

1×40 menit

Mendiskusikan cara melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi pada bilangan bulat termasuk operasi campuran

Mendiskusikan cara menentukan sifat-sifat perkalian dan pembagian bilangan bulat negatif dengan negatif dan positif dengan negatif

  • Melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi bilangan bulat termasuk operasi campuran.

 

Tes tertulis

Uraian

A. Hitunglah

1. 4 + (-7) = .

2. -3 –(-8) =.

3. 8x(-12)=.

4. (-36):4=.

5. -4 + 7 x -2 = .

B. Sebuah kotak memuat 25 buah jeruk. Kalau ada 140 buah jeruk, berapa banyak kotak yang harus disediakan?

2×40 menit

  Mendiskusikan untuk menentukan kuadrat dan pangkat tiga, serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga.

 

  • Menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat.

 

Tes tertulis

Uraian

Berapakah

a. (-5)

b.  43

c.

d.

1×40 menit

 
Mendiskusikan jenis-jenis bilangan pecahan

Menyebutkan bilangan pecahan.

Membuat garis bilangan dan menentukan letak bilangan pecahan pada garis bilangan.

  • Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan :biasa, campuran desimal, persen.

 

Tes tertulis

Isian singkat

Tulislah beberapa contoh bilangan pecahan masing-masing dalam bentuk:

a. Pecahan biasa

b. Desimal

c. persen.

1×40 menit

Mendiskusikan bilangan pecahan senilai

Mendiskusikan cara mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.

  • Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.

 

 

 

  • Mengurutkan bilangan bentuk pecahan

 

Tes tertulis

Uraian

1. Ubahlah bilangan 1  dalam bentuk desimal dan persen

2. Ubahlah bilangan 0,75 dalam bentuk  persen dan pecahan biasa.

3. Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil.  .

2×40 menit

Melakukan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi bilangan pecahan.

Menuliskan bentuk baku (misal amuba yang panjangnya 0,000001 mikron).

Mendiskusikan cara membulatkan bilangan pecahan sampai satu atau dua desimal.

  • Menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi bilangan pecahan termasuk operasi campuran.

 

Tes tertulis

Uraian

Hitunglah:

1. . 2,5  +  3,75 = .

2.  21,2  –  9,85 =

3. 1 ½  x  2/3 = .

4. ¾  :  ½  = .

5. 1,25 +1= .

4×40 menit

1.2     Menggunakan sifat-sifat opera-si hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pe-mecahan masalah. Bilangan Bulat dan Bilangan Pecah

 

Melakukan diskusi tentang sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi pada bilangan bulat(pengulangan)

 

  • Menemukan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pada bilangan bulat.

 

Tes tertulis

Uraian

Isilah titik-titik berikut ini

1.     a. 9 + 6 =

b. 6 + 9 =

Jadi 9 + 6 = .+ .

Apa yang dapat kamu simpulkan.

2.     a. 3 x (5 x 4) =

b. (3 x 5) x 4 = .

Jadi 3 x (5 x 4) = (.x.) x .

Apa yang dapat kamu simpulkan.

2×40 menit

Buku teks, lingkungan
Menyelesaikan masalah  dengan menggunakan sifat-sifat penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian, perpangkatan dan penarikan akar pada operasi campuran.
  • Menggunakan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pangkat dan akar pada operasi campuran  bilangan bulat

 

Tes tertulis

Uraian

Hasil dari:

=

 

2×40 menit

Melakukan diskusi  cara menggunakan operasi hitung tambah, kurang,  kali atau bagi dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat

 

  • Menggunakan sifat-sifat operasi  bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

 

Tes tertulis

Uraian

Pada hari Sabtu Candra memberi kelereng pada Aan sebanyak 25 butir dan kepada Yudha 17 butir. Hari Minggu Candra memberi kelereng kepada Novan sebanyak 13 butir. Berapakah banyak semua kelereng yang diberikan Candra kepada Aan, Yudha, dan Novan?

2×40 menit

Melakukan diskusi  cara menggunakan operasi hitung tambah, kurang,  kali atau bagi dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan.
  • Menggunakan sifat-sifat operasi hitung tambah, kurang, kali, atau bagi dengan melibatkan pecahan serta mengaitkannya dalam kejadian sehari-hari.

 

Tes tertulis

Uraian

Dalam sebuah karung beras ada 25 kg beras yang akan dibagikan kepada 10 orang. Berapa kg beras bagian dari masing-masing orang tersebut?

2×40 menit

Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline )

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

Tanggung jawab ( responsibility )

 

 

Silabus PEMBELAJARAN

 

 

Sekolah                          : ……………………………

Kelas                              : VII (Tujuh)

Mata Pelajaran               : Matematika

Semester                        : I (satu)

ALJABAR

Standar Kompetensi: 2. Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel

Kompetensi

Dasar

Materi

Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapaian   Kompetensi 

Penilaian

Alokasi

Waktu

Sumber

Belajar

Teknik

Bentuk

Contoh Instrumen

2.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsur unsurnya

 

Bentuk aljabar

 

Mendiskusikan pengertian bentuk aljabar

 

Mendiskusikan tentang variabel, konstanta, koefisien,faktor, suku dan suku sejenis

 

  • Menjelaskan pengertian, koefisien, variabel, konstanta, faktor , suku dan suku sejenis.

 

Tes lisan

Daftar pertanyaan

1. Dari bentuk aljabar  2x + 3, manakah yang merupakan koefisien, variabel dan manakah yang merupakan konstanta?

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan koefisien, variabel dan konstanta.

2×40 menit

Buku Teks, lingkungan
2.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar Bentuk aljabar Melakukan operasi tambah, kurang, kali, bagi dan pangkat pada bentuk aljabar.
  • ·Melakukan operasi hitung, tambah, kurang, kali, bagi dan pangkat pada bentuk aljabar.

 

Tes tertulis

Uraian

Hitunglah:

1. 2x+3+ 5x-6

2. 4xy  2x

3. (4x)2 : 2x

4×40 menit

Buku teks, lingkungan
Menggunakan sifat operasi

hitung  untuk menyelesaikan

soal yang dinyatakan dalam

bentuk aljabar.

Melakukan operasi  hitung

pada pecahan biasa untuk

menyelesaikan pecahan aljabar

dengan penyebut satu suku

  • ·Menerapkan operasi hitung pada bentuk aljabar untuk menyelesaikan soal

 

Tes tertulis

Uraian

Suatu persegipanjang, panjang 2x cm, lebar 3x cm. Nyatakan luas dan kelilingnya dalam x.

2×40 menit

2.3.Menyele-saikan per-samaan linear satu variabel. Persamaan linear satu variabel. Mendiskusikan PLSV dalam berbagai bentuk dan variabel

 

  • Menjelaskan PLSV dalam berbagai bentuk dan variabel

Tes lisan

Daftar pertanyaan Manakah yang merupakah PLSV?

a.     2x = 5

b.     5y

c.     9g – 4 = 10

d.     6 – 5m = 2

e.     2x² = 18

1×40 menit

Buku teks
    Mendiskusikan cara menentukan bentuk setara dari PLSV  dengan cara kedua ruas ditambah, dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan  bilangan yang sama

 

  • Menentukan bentuk setara dari PLSV dengan cara kedua ruas ditambah,dikurangi, dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama

 

Tes tertulis

Pilihan    ganda Manakah yang setara dengan

-5x + 2 = 4?

a. 5x – 2 = -4

b. 10x + 4 = 8

c. -10x – 4 = 8

d. 10x – 4 = -8

2×40 menit

 
Menyelesaikan PLSV untuk mencari penyelesaiannya

 

  • Menentukan penyelesaian PLSV
  • Menentukan penyelesaian PLSV dalam bentuk pecahan.

 

Tes tertulis

Uraian

Selesaikanlah persamaan berikut

a.                  5y – 12 = 8.

b.

2×40 menit

2.4 Menyele-saikan per-tidaksama-an linear satu variabel.

 

Pertidaksama- an linear satu variabel. Mendiskusikan pertidaksamaan linear satu variabel dalam berbagai bentuk dan variabel.

 

  • Menjelaskan PtLSV dalam berbagai bentuk dan variabel

 

Tes lisan

Daftar Pertanyaan Manakah yang merupakan PtLSV?

a.     3a + 5 > 2

b.     -4h + 4 ≤ 5

c.        8x -7 = 10

d.        5y ≥ 10

e.   3 > -5

1×40 menit

Buku teks, lingkungan
Mendiskusikan cara menentukan bentuk setara dari PtLSV  dengan cara kedua ruas ditambah , dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama
  • Menentukan bentuk setara dari PtLSV dengan cara kedua ruas ditambah, dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama.

 

Tes tertulis

 Plihan ganda Bentuk yang setara dengan 6x – 8 ≥ 10 adalah

a.        5x – 7 ≥ 9

b.        6x + 8 ≥ 10

c.        3x – 4 ≥ 5

d.        -3x + 4 ≥ -5

2×40 menit

Menyelesaikan PtLSV untuk mencari akar persamaan
  • Menentukan penyelesaian PtLSV

Tes tertulis

Uraian

Selesaikanlah  3m – 2 ≤ 10.

2×40 menit

Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline )

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

Tanggung jawab ( responsibility )

 

 

Silabus PEMBELAJARAN

 

Sekolah                          : ……………………………

Kelas                              : VII (Tujuh)

Mata Pelajaran               : Matematika

Semester                        : I (satu)

Standar Kompetensi: 3. Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah.

 

Kompetensi

Dasar

Materi

Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator Pencapaian   Kompetensi 

Penilaian

Alokasi

Waktu

Sumber

Belajar

Teknik

Bentuk

Contoh Instrumen

3.1 Membuat ma-tematika dari masalah yang ber-kaitan dengan persamaan dan perti-daksama-an linear satu variabel. Persamaan dan pertidak-samaan linear satu variabel. Mendiskusikan matematika

Mengubah masalah ke dalam matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

 

 

  • Mengubah masalah ke dalam matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

 

Tes tertulis

 Uraian

sugi membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00.

Nyatakanlah ke dalam matematika jika harga gula x rupiah setiap kg.

2×40 menit

Buku teks, lingkungan
Membuat matematika suatu masalah sehari-hari dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel

 

  • Mengubah masalah kedalam matematika berbentuk pertidaksamaan linear satu variabel

Tes tertulis

 Uraian

Umur daryono 5 tahun mendatang lebih dari 20 tahun. Nyatakanlah ke dalam matematika, jika umur daryono x tahun.

 

1×40 menit

3.2 Menyele-saikan mo-del mate-matika dari masalah yang ber-kaitan dengan persamaan linear satu variabel. Persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel Menyelesaikan masalah sehari-hari yang diubah ke dalam matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

 

  • Menyelesaikan matematika suatu masalah yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel

 

 

Tes tertulis

Tes pilihan ganda

ijul membeli 2 buku. Uang ijul sepuluh ribuan, dan dia mendapat uang kembali sebesar Rp4.000,00. Harga 1 buku adalah

a.     Rp2.000,00

b.    Rp3.000,00

c.     Rp4.000,00

d.    Rp6.000,00

2×40 menit

Buku teks, lingkungan
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang diubah ke dalam matematika berbentuk pertidaksamaan linear satu variabel

 

  • Menyelesaikan  matematika suatu masalah  yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel

 

Tes tertulis

Tes pilihan ganda

Umur dwi 3 tahun yang lalu kurang dari 25 tahun. Umur dwi sekarang:

A.       kurang dari 28 tahun

B.       28 tahun

C.       25 tahun

D.       22 tahun

2×40 menit

3.3 Menguna-kan konsep aljabar da-lam peme-cahan ma-salah arit-metika so-sial yang sederhana. Perbandingan dan aritmetika sosial. Melakukan simulasi kegiatan ekonomi sehari-hari (jual beli)

 

Mendiskusikan pengertian dan menghitung nilai keseluruhan,nilai per-unit,dan nilai sebagian.

  • Menghitung nilai keseluruhan, nilai per-unit, dan nilai sebagian.

 

Tes tertulis

Uraian

Harga 1 lusin pensil adalah Rp18.000,00.

a.     Berapakah harga 1 buah pensil?

b.    Berapakah harga 5 buah pensil?

2×40 menit

Buku teks, uang, barang-barang yang biasa diper-jualbelikan, bank.
Mendiskusikan dan menghitung besar laba, persentase laba,rugi, harga jual, harga beli,rabat, dan bunga tunggal dalam kegiatan ekonomi

 

  • Menentukan besar dan persentase laba, rugi, harga jual, harga beli, rabat, bunga tunggal dalam kegiatan ekonomi.

 

Tes tertulis

Tes pilihan ganda

Seorang pedagang, Pak Rifki menjual sebuah televisi seharga Rp1.650.000,00. Dari penjualan itu pak Rifki mengambil untung sebesar 10%.

Harga beli televisi itu adalah:

a.        Rp1.815.000,00

b.        Rp1.600.000,00

c.        Rp1.500.000,00

d.        Rp1.485.000,00

2×40 menit

3.4 Mengguna- kan per-bandingan untuk pe-mecahan masalah. Perbandingan Mendiskusikan pengertian skala sebagai suatu perbandingan.

Menyebutkan contoh-contoh gambar berskala.

  • Menjelaskan pengertian skala sebagai suatu perbandingan.

 

Tes tertulis

Uraian

Pada suatu peta tertulis:

skala 1 : 100.000.

Apakah arti skala 1 : 100.000 tersebut?

1×40 menit

Buku teks, peta, foto
Mengidentifikasi faktor pembesaran dan pengecilan pada gambar berskala.

Melakukan penghitungan faktor pembesaran dan pengecilan pada gambar berskala.

  • Menghitung faktor perbesaran dan pengecilan pada gambar berskala.

 

Tes tertulis

Uraian

Suatu jalan yang panjangnya 5 km digambar sepanjang 5 cm. Berapakah faktor pengecilannya?

2×40 menit

 

 

  Mendiskusikan perbandingan seharga(senilai) dan  berbalik harga(nilai).

Menyebutkan contoh-contoh masalah sehari-hari yang merupakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai).

  • Memberikan contoh masalah sehari-hari yang merupakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai)

 

Tes tulis

Uraian

Berilah contoh dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan:

a.        perbandingan senilai

b.        perbandingan berbalik nilai

2×40 menit

 
Menggunakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai) untuk menyelesaikan soal/ masalah sehari-hari

 

 

  • Menyelesaikan soal yang melibatkan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai)

 

Tes tertulis

Uraian

Pembangunan sebuah gedung memakan waktu 6 bulan jika dikerjakan oleh 100 orang. Kalau dikerjakan oleh 50 orang, maka waktu yang diperlukan untuk membangun gedung tersebut adalah

2×40 menit

Karakter siswa yang diharapkan :          Disiplin ( Discipline )

Rasa hormat dan perhatian ( respect )

Tekun ( diligence )

Tanggung jawab ( responsibility )

Keterangan:

  Sesuai Standar Proses, pelaksanaan kegiatan pembelajaran terdiri atas kegiatan pendahuluan,  inti, dan penutup. Dalam silabus ini pada kolom kegiatan pembelajaran hanya berisi kegiatan inti.

 

Mengetahui,

Kepala SMP/MTs …………….

 

 

 

( ………………………………………………… )

NIP/NIK :…………..……………….

 

………, ……, …………… 20…

Guru Mapel Matematika.

 

 

 

( …………………………………….. )

NIP/NIK :…….…………….

 

Pengertian dan Tujuan Perencanaan Pengajaran

Standar

MAKALAH

PENGERTIAN DAN TUJUAN
PERENCANAAN PENGAJARAN
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Dalam Mata Kuliah Perencanaan Pengajaran

Oleh: Kelompok 1, Semester V B
Eko Wahyudi Putra        : 2410.047
Desi Ratna Sari        : 2410.048
Dian Ramadani Safitri    :2410.057
Rahmi Novita            : 2410.060
Sriwahyuni Febriana        : 2410.050
Akbar Yusuf            : 2410.074
Dosen pembimbing :
M. Imammudin, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SJECH M. DJAMIL DJAMBEK
BUKITTINGGI
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT selaku pemimpin segala berkah, pejuang segala rahmat dan karena nikmatNya jualah kita dapat hidup rukun dan damai sebagaimana keadaan kita pada saat sekarang ini serta kita dapat menyelesaikan makalah dengan judul Pengertian dan Tujuan Perencanaan Pengajaran.
Salawat beriring salam tidak lupa kita kirimkan kepada arwah junjungan nabi besar Muhammad SAW, yang telah bersusah payah membimbing umatnya dari lembah kebodohan menuju alam berpendidikan seperti saat sekarang ini dan beliau jugalah pemimpin besar revolusi islam selaku penegak kebenaran.
Selanjutnya dalam penulisan ini, penulis mengakui kelemahan – kelemahan penulis sendiri. Justru karena itu makalah ini penulis susun secara sederhana saja. Oleh karena itu penulis mengharapkan tegur sapa dari dosen  pembimbing dan pembaca sekalian saran – saran untuk perbaikan laporan penulis  berikutnya.
Demikian juga terima kasih yang tak terhingga penulis tujukan kepada keluarga dan handai tolan yang mendorong penulis untuk meneruskan pendidikan penulis sampai saat ini. Akhirul kalam penulis ucapkan selamat membaca semoga laporan ini akan membawa manfaat bagi pembaca sekalian pada umumnya.

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………….     i
DAFTAR ISI    ……………………………………………………………………………………………….    ii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………    1
a.    Latar Belakang Masalah …………………………………………………………………    1
b.    Rumusan Masalah    ………………………………………………………………………….    1
c.    Tujuan Penulisan …………………………………………………………………………..    2
BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………………………..    3
1.    Pengertian Perencanaan Pengajaran…………………………………………………..    3
2.    Masalah-Masalah Pokok dalam Perencanaan Pengajaran……………………..    5
3.    Komponen – Komponen Perencanaan Pengajaran ………………………………    6
4.    Jenis-Jenis Perencanaan Pengajaran …………………………………………………..    9
5.    Pentingnya Perencanaan Pengajaran ………………………………………………….    10
BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………………………    11
1.    Kesimpulan ……………………………………………………………………………………    11
2.    Saran ……………………………………………………………………………………………..    12
DAFTAR KEPUSTAKAAN

ii

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Kegiatan menyusun rencana pembelajaran merupakan salah satu tugas penting guru dalam memproses pembelajaran siswa. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional yang dituangkan dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa salah satu komponen dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu adanya tujuan pembelajaran yang di dalamnya menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Selain tujuan, masih ada komponen-komponen perencanaan pembelajaran yang lainnya yang dapat mendukung perencanaan pembelajaran dengan baik. Komponen-komponen selain tujuan adalah isi (materi pembelajaran), kegiatan pembelajaran (kegiatan belajar mengajar), media dan sumber belajar, dan evaluasi.
Agar proses pembelajaran dapat terkonsepsikan dengan baik, maka seorang guru dituntut untuk mampu menyusun dan merumuskan rencana pembelajaran secara jelas dan tegas. Oleh karena itu, melalui tulisan yang sederhana ini akan dikemukakan secara singkat tentang apa saja komponen-komponen yang ada dalam perencanaan pembelajaran. Dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada para guru dan calon guru agar dalam merencanakan suatu pembelajaran dapat direncanakan secara baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan berdasarkan undang-undang.

B.    Rumusan Masalah
Perumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.    Apa pengertian dari perencanaan pembelajaran?
2.    Apa saja masalah-masalah pokok dalam perencanaan pengajaran?
3.    Apa saja komponen – komponen perencanaan pengajaran ?
4.    Apa saja jenis-jenis perencanaan pengajaran ?
5.    Apa pentingnya perencanaan pengajaran ?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yakni :
1.    Untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Perencanaan Pengajaran.
2.    Untuk mengetahui pengertian dari perencanaan pembelajaran.
3.    Untuk mengetahui masalah-masalah pokok dalam perencanaan pengajaran.
4.    Untuk mengetahui komponen-komponen perencanaan pengajaran.
5.    Untuk mengetahui jenis-jenis dari perencanaan pengajaran.
6.    Untuk mengetahui pentingnya perencanaan pengajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Perencanaan Pengajaran
Kaufman mengatakan perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai, di dalamnya mencakup elemen-elemen :
a.    Mengidentifikasi dan mendokumensi kebutuhan.
b.    Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang perlu diprioritaskan.
c.    Spesifikasi rinci  hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang diprioritaskan.
d.    Identifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap pilihan.
e.    Sekuensi hasil yang diperlukanuntuk memenuhi kebutuhan yang dirasakan.
f.    Identifikasi strategi alternatif yang mungkin dan alat atau tools untuk melengkapai tiap persyaratan dalam mencapai tiap kebutuhan, termasuk didalamnya merinci keuntungan dan kerugian tiap strategi dan alat yang dipakai.
Dengan demikian, perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Perencanaaan mendahului pelaksanaan, mengingat perencanaan merupakan suatu proses untuk menetukan ke mana harus pergi dan mengidentifikasi persyaratan yang diperlukan dengan cara yang paling efektif dan efesien. Berpangkal dari pemahaman di atas, maka perencanaan mengandung 6 pokok pikiran, yakni :
1.    Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan.
2.    Keadaan masa depan yang diinginkan itu kemudian dibandingkan denagn keadaan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya.
3.    Untuk menutup kesenjangan ituperlu dilakukan usaha-usaha.
4.    Usaha yang dilakukan untuk menutup kesenjangan itu dapat beranekaragam dan merupakan alternatif yang mungkin ditempuh.
5.    Pemilihan alternatif yang paling baik, dalam arti yang mempunyai efektivitas dan efisiensi yang paling tinggi perlu dilakukan.
6.    Alternatif yang dipilih harus diperinci sehingga dapat menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan apabila akan dilaksanakan.
Selanjutnya pengertian perencanaan menurut Ulbert Silalahi adalah kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu untuk memaksimalisasi efisiensi dan efektivitas pencapaian perencanaan tujuan.
Lebih luas perencanaan menurut Bintoro Tjokroamidjodjo mendefenisikan sebagai berikut:
1.    Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.     Perencanaan adalah suatu cara bagaimana mencapai tujuan sebaik-baiknya (maximum output) dengan sumber-sumber yang ada supaya lebih efisien dan efektif
3.    Perencanaan adalah penentuan tujuan yang akan dicapai atau yang akan dilakukan, bagaimana, bilamana dan oleh siapa.
Berkenaan dengan perencanaan, William H. Newman dalam bukunya Administrative Action Techniques of Organization and Management: Mengemukakan bahwa “Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Terry (1993: 7) menyatakan bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa mendatang.
Secara garis besar perencanaan pengajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pengajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai tujun tersebut, materi bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan. (R. Ibrahim, 1993).
Jadi, perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan siswa agar tujuan dapat tercapai

B.    Masalah-Masalah Pokok dalam Perencanaan Pengajaran
Dalam menyusun suatu perencanaan pengajaran terdapat beberapa permasalahan pokok yang harus diperhatikan dan dicarikan solusi bagaimana pemecahannya. Diantara masalah-masalah tersebut adalah: masalah arah dan tujuan, evaluasi, isi dan urutan materi pelajaran, metode dan hambatan-hambatan.

1.    Masalah Arah dan Tujuan
Masalah yang sering terjadi dalam penentuan arah dan tujuan pengajaran adalah: rumusan yang dibuat oleh guru terlalu luas dan tidak operasional, sehingga sulit diukur dan diobservasi yang berakibat tujuan pengajaran tidak dapat dipahami oleh siswa. Sehingga siswa lebih banyak menduga tujuan pengajaran yang hendak dicapai dalam pengajaran.
2.    Masalah Evaluasi
Permasalahan yang muncul dalam evaluasi diantaranya adalah: prosedur evaluasi tidak dikenal siswa yang berakibat evaluasi yang dilaksanakan tidak adil dan tidak memuaskan siswa, rumusan instrumen penilaian tidak jelas; memiliki banyak makna sehingga mengaburkan alternatif jawaban yang seharusnya dijawab, alat penilaian dibuat kurang atau tidak memenuhi syarat validitas dengan tingkat reliabilitas rendah, instrumen evaluasi yang dibuat dengan tingkat kesukaran khususnya intsrumen penilaian dalam bentuk tes, kurang merata dan tingkat daya pembeda soal kurang baik yang tidak dapat membedakan mana siswa yang pintar dan mana siswa yang kurang pintar.
3.    Masalah Isi dan Urutan Materi Pelajaran
Masalah yang muncul diantaranya adalah: Bagaimana memilah dan memilih materi pelajaran yang harus didahulukan penyajiannya secara runtun, logis dan sistematis. Dan materi yang disajikan tidak serasi dan tidak terorganisasi dengan baik, akibatnya terjadi kegagalan dalam menyampaikan uraian materi pelajaran.
4.    Masalah Metode
Terjadi karena guru kurang atau tidak tepat sasaran dalam pemilihan metode yang diinginkan, bersifat menoton dan tidak sesuai dengan tujuan, strategi, model serta pendekatan pengajaran yang digunakan.
5.    Hambatan-Hambatan
Hambatan-hambatan dalam perencanaan pengajaran bisa datang dari siswa (kurang mampu mengikuti pelajaran, memiliki perbedaan individual), dari guru (kurang berminat mengajar), faktor institusional (terbatasnya ruang kelas, laboratorium, serta alat-alat peraga) .
C.    Komponen – komponen Perencanaan
1.    Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran. Tujuan mengawali komponen yang lainnya. Dalam merencanakan pembelajaran tujuan harus jelas, karena dengan tujuan yang jelas guru dapat memproyeksikan hasil belajar yang harus dicapai setelah anak belajar.
Gagasan perlunya tujuan dalam pembelajaran pertama kali dikemukakan oleh B.F. Skinner pada tahun 1950. Kemudian diikuti oleh Robert Mager pada tahun 1962 yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul Preparing Instruction Objective. Menurut Robert Mager (1996) “jika kita tidak memiliki gagasan yang jelas tentang tujuan apa yang harus dicapai oleh anak, maka kita tidak akan dapat membuat perencanaan yang baik untuknya”.
Dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.
2.    Isi (Materi Pembelajaran)
Materi pembelajaran merupakan unsur belajar yang penting mendapat perhatian oleh guru. Materi pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang “dikonsumsi” oleh siswa. Karena itu, penentuan materi pelajaran mesti berdasarkan tujuan yang hendak di capai, misalnya berita pengetahuan, penampilan, sikap dan pengalaman lainnya.
Nana Sujana (2000) menjelaskan ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menetapkan materi pelajaran diantaranya :
•    Materi pelajaran harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan
•    Materi pelajaran yang di tulis dalam perencanaan pembelajaran terbatas pada konsep saja atau berbantuk garis besar bahan tidak pula diuraikan terinci.
•     Menetapkan materi pembelajaran harus serasi dengan urutan tujuan.
Urutan materi pelajaran hendaknya memperhatikan kesinambungan (kontinuitas).
•    Materi pelajaran di susun dari hal yang sederhana menuju yang komplek, dari yang mudak menuju yang sulit, dari yang konkret menuju yang abstark. Dengan cara ini siswa akan mudah memahaminya.
•    Sifat materi pelajaran, ada yang factual dan ada yang konseptual.

3.    Kegiatan Pembelajaran
Dalam merancang kegiatan pembelajaran guru harus mengidentifikasi apa yang akan dipelajari oleh setiap anak dan bagaimana anak mempelajarinya. Komponen dalam kegiatan pembelajaran menggambarkan proyeksi kegiatan yang harus dilakukan anak dan kegiatan apa yang dilakukan guru dalam memfasilitasi belajar anak. Dalam merancang kegiatan belajar, kegiatan harus dirumuskan secara jelas dan rinci. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan kegiatan belajar mengajar dapat dicermati sebagai berikut:
a.  Kegitan harus berorientasi pada tujuan.
b.  Kemampuan yang harus dicapai anak adalah melalui praktik langsung.
c.  Kegiatan pembelajaran harus berorientasi pada perkembangan.
d. Kegiatan pembelajaran harus berorientasi pada kegiatan yang integrated yang berpusat pada tema.
e.   Kegiatan pembelajaran harus berorientasi pada tujuan pendidikan.
f.  Kegiatan pembelajaran menggambarkan pembelajaran yang berpusat pada siswa atau peserta didik.
g.   Kegiatan pembelajaran harus menggambarkan kegiatan yang menyenangkan.
h. Walaupun penetapan kegiatan berorientasi pada siswa, kegiatan harus memungkinkan bagaimana guru dapat membantu siswa belajar.
4.    Metode
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dengan penggunan yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dan materi yang baik belum tentu memberikan hasil yang baik tanpa memilih dan menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran.
5.    Media dan Sumber Belajar
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efesien dan efektif (Yudhi Munadi,2008 :8).
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat di pergunakan sebagai tempat di mana materi sumber belajar terdapat. Menurut Nasution (2000) sumber belajar dapat berasal dari masyarakat dan kebudayaannya, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan siswa. Pemanfaatan sumber belajar tersebut tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya serta kebijakan-kebijakan lainnya.
Media dan sumber belajar merupakan faktor yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran. Media dan sumber belajar yang dipilih harus sesuai dengan kegiatan. Pemilihan media dan sumber belajar harus mempertimbangkan karakteristik perkembangan dan karakteristik belajar anak.
6.    Evaluasi
Menurut M Sobby Sutikno (2007 :40) evalusi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Sedangkan menurut Masitoh,dkk (2005 :47) evaluasi adalah suatu proses memilih mengumpulkan dan menafsirkan informasi utuk membuat keputusan.
Dalam perencanaan pembelajaran evaluasi dimaksudkan untuk mengukur apakah tujuan atau kemampuan yang sudah di tetapkan dapat tercapai.
Jadi, evaluasi merupakan aspek yang penting, yang berguna untuk mengukur dan menilai seberapa jauh tujuan pembelajaran telah tercapai atau hingga mana terdapat kemajuan siswa, dan bagaiman tingkat keberhasilan sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.
D.    Jenis – jenis perencanaan pengajaran
Dalam meninjau jenis-jenis perencanaan pendidikan dapat dikaji dari  beberapa segi, antara lain:
a.    Menurut besaran atau magnitude, maka perencanaan dapat dibagi dalam :
1.    Perencanaan Makro, yakni perencanaan yang mempunyai telaah nasional, yang menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh, tujuan yang ingin dicapai dan cara-cara yang dipakai dalam mencapai tujuan tersebut.
2.    Perencanaan Meso. Kebijakan yang ditetapkan dalam perencanaan makro, kemudian dijabarkan lebih rinci kedalam program-program dalam dimensi yang lebih kecil. Pada tingkat ini perencanaan sudah lebih bersifat operasional, disesuaikan dengan keadaan daerah, departemen atau unit-unit lainnya.
3.    Perencanaan Mikro. Diartikan sebagai perencanaan tingkat institusional, dan merupakan jabaran lebih spesifik dari perencanaan tingkat meso. Dalam tahap ini, karakteristik-karakteristik lembaga diperhatikan, namun tidak boleh bertentangan dengan apa yang ditetapkan oleh perencanaan makro maupun meso.
b.    Menurut Telaahnya, maka perencanaan dapat dibagi menjadi :
1.    Perencanaan Strategis, yakni perencanaan yang berkaitan dengan penetapan tujuan, pengalokasian sumber-sumber dalam mencapai tujuan dan kebijakan yang dipakai sebagai pedoman.
2.    Perencanaan Manajerial, yaitu perencanaan yang ditujukan untuk mengarahkan proses pelaksanaan agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien.
3.    Perencanaan Operasional, memusatkan perhatian pada apa yanga akan dikerjakan pada tingkat pelaksanaan di lapangan dari rencana manajerial.
c.    Ditinjau dari jangka waktu, maka perencanaan dibedakan dalam :
1.    Perencanaan jangka panjang, yaitu rencana yang mencakup kurun waktu 10 sampai dengan 25 tahun.
2.    Perencanaan jangka menengah, yaitu rencana yang mencakup kurun waktu antara 4 sampai dengan 10 tahun. Merupakan penjabaran operasional dari rencana jangka panjang.
3.    Rencana jangka pendek, yaitu rencana yang mencakup kurun waktu  antara 1 sampai dengan 3 tahun dan merupakan jabaran dari rencana jangka menengah dan jangka panjang.
Adapun jenis-jenis perecanaan pengajaran yaitu :
1.    Silabus
Merupakan seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian Kompetensi Dasar.
2.    Perencanaan Semester
Merupakan program pembelajaran yang dipetakan berisi jaringan tema, bidang pengembangan, kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator yang ditata secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema, dan sebarannya ke dalam semester 1 dan 2.
3.    Perencanaan Mingguan
Disusun dalam bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan subtema.
4.    Perencanaan Harian
Disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun  klasikal dalam satu hari

E.    Pentingnya Perencanaan Pengajaran
Perecanaan pengajaran sebelum melakukan pembelajaran di kelas sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaan pengajaran disusun atau direncanakan dengan baik dan matang sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Manfaat yang didapat dari perencanaan pengajaran yang baik antara lain:
•    Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan
•    Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran
•    Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik guru maupun murid
•    Sebagai alat ukur keefektifan suatu proses pembelajaran sehingga setiap saat dapat diketahui ketepatan dan kelambanan kerja
•    Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja
•    untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat, dan biaya

BAB III
PENUTUP

1.    Kesimpulan
Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan siswa agar tujuan dapat tercapai. untuk melaksanakan perencanaan pembelajaran itu harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dan sesuai dengan komponen-komponen perencanaan.
Komponen-komponen perencanaan pembelajaran tersebut itu diantaranya terdiri dari:
1.    Tujuan Pembelajaran
2.    Isi (materi pembelajaran).
3.    Kegiatan pembelajaran (kegiatan belajar mengajar
4.    Metode
5.    Media dan sumber belajar
6.    Evaluasi
Jenis – jenis perencanaan pengajaran dalam meninjau jenis-jenis perencanaan pendidikan dapat dikaji dari  beberapa segi, antara lain:
1.    Menurut besaran atau magnitude, maka perencanaan dapat dibagi dalam :
Perencanaan Makro, perencanaan Meso, perencanaan Mikro
2.    Menurut Telaahnya, maka perencanaan dapat dibagi menjadi :
Perencanaan Strategis, perencanaan Manajerial, perencanaan Operasional.
3.    Ditinjau dari jangka waktu, maka perencanaan dibedakan dalam :
Perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah, rencana jangka pendek
Perecanaan pengajaran sebelum melakukan pembelajaran di kelas sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaan pengajaran disusun atau direncanakan dengan baik dan matang sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Adapun masalah-masalah pokok dalam perencanaan pengajaran
1.    Masalah Arah dan Tujuan
2.    Masalah Evaluasi
3.    Masalah Isi dan Urutan Materi Pelajaran
4.    Masalah Metode
5.    Hambatan-Hambatan

2.    Saran
Penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca mengenai makalah ini. Karena penulis menyadari adanya kekurangan dalam pembuatan makalah ini.